Ongoing

Light Novel

Untuk menjadi seorang ninja, warga sebuah desa haruslah melalui tahapan-tahapan yang harus diperjuangkan. Di Desa Konoha sendiri, sebelum menjadi ninja, seseorang harus memasuki akademi ninja. Di akademi ninja, semua anak akan mempelajari pengetahuan dan teknik dasar yang wajib diketahui dan dikuasai oleh seorang ninja. Setelah itu, serangkaian tes pun dilakukan untuk menentukan anak itu layak atau tidak menjadi seorang ninja. Kelulusan ninja ditandai dengan diberikannya ikat kepala dengan logo desa.


Lantas, kita bagaimana?



Dalam dunia modern, hal-hal semacam ini bisa dianggap sekolah pendidikan formal, pelatihan untuk mempersiapkan pemimpin, karyawan, maupun bentukan pendidikan nonformal. Sudah lumrah bahwa untuk mempersiapkan pemimpin masa depan, diperlukan pelatihan yang memberikan pengetahuan serta kecakapan dasar bagi pemimpin tersebut. Namun, ternyata tidak jarang juga pelatihan yang diberikan belum mampu menghasilkan kapasitas pemimpin yang diharapkan. Bahkan, menurut Tom Gilbert dan Peter Dean, pelatihan hanya berpengaruh sekitar 10,5% dari total perubahan yang diinginkan dalam pekerjaan. [1] Hal ini pasti menjadi kondisi yang tidak diinginkan oleh orang-orang yang memiliki perhatian lebih dalam pengembangan sumber daya manusia.

Sadar atau tidak, jalan keluar masalah ini ditunjukkan dalam pelatihan tahap lanjut dari akademi ninja. Para ninja yang telah lulus dari akademi tidak begitu saja dibiarkan tanpa tindak lanjut yang tidak jelas. Lulus dari akademi, mereka akan berada pada tingkatan ninja genin.


Dan pendidikan terus berlanjut

haruno-sakura-uchiha-sasuke-naruto-shippuden-naruto-uzumaki-kakashi-hatake-team-7-hd-wallpapers_zpsb40e8363  – C t r l + G e e k P o d

Di tingkat ini, mereka dikelompokkan dalam sebuah tim yang terdiri atas tiga genin dan akan dibimbing oleh seorang jounin. Setelah menjadi genin, para ninja dapat melaksanakan misi ninja kelas D atau C sebagai bentuk pengaplikasian ilmu yang mereka dapatkan. Misi yang dilakukan pada tahap ini merupakan misi yang masih terhitung mudah dan mereka pun akan tetap mendapat pendampingan dari seorang jounin.

Penugasan terhadap sebuah misi dengan pendampingan yang dilakukan oleh seorang mentor menjadi hal yang sangat penting dalam pengembangan manusia zaman ini. Penugasan untuk sebuah misi tertentu bisa dijadikan ajang untuk mengasah ilmu dan kecakapan yang telah diperoleh pada pelatihan. Pemberian misi yang tidak terlalu sulit di awal pun dapat menjadi pemanasan dan penyesuaian terhadap kondisi riil di lapangan. Sementara pendampingan oleh orang dengan keahlian yang lebih baik bermanfaat sebagai pengevaluasi dan pemberi nasihat atas apa yang dilakukan. Selain itu, pengalaman yang telah didapatkan oleh “mentor” dalam misi-misi yang pernah dilaksanakannya sebelumnya bisa menjadi bahan pembelajaran berharga pada junior-juniornya yang baru selesai mengikuti pelatihan.

4 Level Evaluasi Efektifitas Training

Tidak efektifnya pelatihan bukan hanya berpengaruh pada tidak baiknya sumber daya manusia yang dihasilkan, tetapi juga memberikan pengaruh buruk pada finansial organisasi bersangkutan. Pada tahun 2010, Robert Brinkerhoff melakukan penelitian kepada 5.000 pegawai mengenai pengukuran dampak dari pelatihan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa HANYA 9% dari karyawan yang telah mengikuti pelatihan yang menggunakan/mempraktekan apa yang ia pelajari pada pekerjaannya. Sementara sisanya tidak dapat menggugunakan ilmu yang telah diperoleh. Hal ini sama saja telah menyia-nyiakan 614 dollar dan 15,1 jam untuk seorang karyawan yang mengikuti pelatihan tetapi tidak menggunakan. [2] Untuk itu, penugasan dan pemberian mentor yang berpengalaman memiliki manfaat yang baik pada pengembangan sumber daya manusia.

Dalam serial Naruto, dengan semakin meningkatnya kemampuan seorang ninja, maka dirinya berkesempatan untuk naik tingkat dan tentunya dapat mengambil misi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Evaluasi berkala dalam suatu organisasi menjadi penting untuk melihat perkembangan sumber daya manusia yang dimiliki. Menjadi seorang ninja yang bermanfaat bagi desa bisa kita analogikan menjadi manusia dengan capaian yang sudah disusun organisasi ataupun yang diharapkan masing-masing pribadi.

Referensi
[1] J. Cross, "Talent Development," Freshminds, 27 July 2018. [Online]. Available: https://www.freshmindsgroup.com/the-low-hanging-fruit-is-tasty/. [Accessed 15 10 2019].
[2] R. Brinkerhoff, "Freshminds," Freshminds, 26 July 2018. [Online]. Available: https://www.freshmindsgroup.com/riset-robert-brinkerhoff-training-waste/. [Accessed 15 10 2019].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib