Menonton serial Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru atau biasa disingkat Oregairu, kita disuguhi sebuah kosakata yang cukup asing didengar di bagian klimaksnya. Yukinoshita Haruno menggunakan kata “kodependen” atau terjemahan sederhananya “ketergantungan” untuk menggambarkan hubungan rumit yang terjadi di antara Hikigaya Hachiman, Yukinoshita Yukino, dan Yuigahama Yui. Sebelum disebut kodependen oleh Haruno, Hachiman dengan percaya dirinya menyatakan hubungan mereka sebagai cinta segitiga untuk menjawab pertanyaan sang onee-san. Penonton sedari awal tentu sudah paham akan adanya getaran cinta segitiga di antara mereka tanpa Hachiman bilang (kecuali bila Anda tidak cukup peka). Apakah kodependen lebih pas untuk menggambarkannya dan selama ini kita salah menafsirkan hubungan mereka sebagai cinta segitiga karena seringnya disuguhi kisah romansa klise?
Karena kata “kodependen” sendiri belum cukup akrab dan masih menggelitik telinga, penulis memutuskan untuk bertanya pada KBBI yang berujung pada kekecewaan karena kata itu belum terdaftar dalam bahasa Indonesia. Setelah bertanya pada Google yang tahu segalanya, ternyata kodependensi merupakan terjemahan bebas dari kata bahasa Inggris “codependency” atau “co-dependency” yang digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik personal yang terlibat dalam hubungan tidak sehat (Fagan-Pryor dan Haber, 2009). Hubungan yang sehat terbentuk ketika setiap individu yang berhubungan merasakan kenyamanan yang sama. Artinya, dia tidak hanya memberi, tetapi juga mendapatkan sesuatu yang sebanding. Seorang kodependen akan kehilangan keseimbangan tersebut karena dirinya memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap seseorang. Akibatnya, seorang kodependen akan rela melakukan apa pun demi menjaga hubungannya dengan orang itu dan berakhir terus memberi tanpa menerima hingga melupakan kebutuhan dirinya (Knudson dan Terrell, 2012).
Bagaimana dengan Yukinoshita Yukino?
Hubungan mereka bertiga tentu takkan merumit bila si junior imut ketua OSIS alias Isshiki Iroha tidak seenaknya membuat gebrakan baru acara kelulusan anak kelas tiga. Yukino yang merasa dirinya terlalu bergantung kepada Hachiman memutuskan untuk membantu Iroha dengan tangannya sendiri, bukan sebagai klub. Pun sedari awal Hachiman memang tidak terlalu mendukung ide adik kelasnya itu. Meski dibilang “bergantung”, yang dimaksud di sini berbeda dengan konteks kodependen. Hanya saja, masalah yang selama ini dihadapi klub relawan selalu diselesaikan oleh Hachiman, seolah-olah masalah takkan selesai tanpa keberadaannya. Mengingat latar belakang Yukino dan karakternya yang serba bisa, kenyataan bahwa dirinya tak terlalu berguna dalam penyelesaian masalah tentu membuatnya tersindir. Melepaskan diri dari Hachiman menjadi pilihan yang tepat demi membuat dirinya berkembang dan membuktikan kebergunaan dirinya. Pilihan Yukino membuktikan bahwa dirinya bukanlah seorang kodependen karena dirinya tetap bisa hidup dan menjalankan pekerjaannya dengan baik tanpa keberadaan Hachiman maupun Yui.
Bagaimana dengan Hikigaya Hachiman?
Suatu acara tentu takkan asik bila berjalan mulus-mulus saja tanpa rintangan. Begitu pula dengan acara prom yang Iroha rencanakan. Kedatangan ibu Yukinoshita yang mewakili suara asosiasi guru dan orang tua atas ketidaksetujuannya menjadi goncangan terbesar yang akan meruntuhkan acara yang sudah disusun. Di sinilah Hachiman mulai bertindak, meski dirinya sudah diberi peringatan oleh Yukino maupun Haruno untuk tetap diam dan melihat. Namanya juga Hachiman, dia akan tetap bertindak menggunakan caranya sendiri yang out of the box. Dengan mempertimbangkan bahwa dirinya tak bisa membantu Yukino di sisinya, dia bertindak sebagai saingan yang mengusulkan ide alternatif untuk acara kelulusan. Ide ini dibuat serealistis mungkin tetapi terlihat buruk bila dibandingkan dengan prom sehingga asosiasi guru dan orang tua akan cenderung menyepakati konsep Yukino. Cara Hachiman terbukti mampu menggerakkan ibu Yukinoshita yang keras kepala untuk menyetujui prom.
Yang jadi pertanyaan, kenapa Hachiman yang karakter dasarnya tidak suka bersosialisasi sampai rela melakukan sesuatu demi Yukino? Kehilangan Yukino dari hidupnya mungkin memang akan meninggalkan sayatan di hati Hachiman, tetapi dirinya tidak akan terjun begitu saja ke dalam jurang kesengsaraan dengan ketiadaan Yukino. Seorang Hachiman memiliki mental yang kuat karena telah mendapatkan tempaan sosial sejak kecil dengan selalu dikucilkan dari kelompok pertemanan. Dalam dialognya dengan Hayama, Hachiman mengatakan bahwa dirinya ingin membuktikan bahwa keinginannya membantu Yukino meski tidak diinginkan bukanlah suatu kebergantungan. Memang Hachiman bukanlah tipikal orang yang akan bergantung pada suatu hubungan secara berlebihan. Dia adalah orang yang akan bertindak sekuat tenaga ketika sudah terlanjur terlibat. Apalagi Yukino pernah mengatakan kepada dirinya seorang, “Tahun ini, mohon bantuannya.”
Lalu, Yukino menyatakan kemenangannya atas Hachiman dan mengatakan harapannya
Yui adalah karakter yang secara terang-terangan paling mengharapkan kelanggengan hubungan di antara mereka bertiga. Dia menyukai Hachiman, tetapi tidak ingin merusak hubungannya dengan Yukino. Pun dirinya juga sudah sadar ada perasaan timbal balik di antara Hachiman dan Yukino ketika tak sengaja melihat foto Yukino yang penuh kebahagiaan ketika sedang berdua saja dengan Hachiman. Bisa dibilang, Yui lah yang paling mendekati kodependensi meski kata itu terlalu menyakitkan baginya.
Harapan Yukino kepada Hachiman adalah untuk mengabulkan harapan Yui. Dengan dasar itu, Hachiman melakukan berbagai hal untuk Yui. Karena memang dasarnya Yui menyukai Hachiman, harapannya adalah untuk bisa menghabiskan waktu bersama. Awalnya memang terlihat hal-hal yang ia lakukan bersama Yui adalah kepalsuan, tetapi pada akhirnya Hachiman mengakui bahwa membuat kue bersama itu menyenangkan. Kesenangan bersama ini membuktikan bahwa hubungan mereka bukanlah kodependensi.
Sedari awal memang ketiganya merasakan kenyamanan dalam hubungan ini. Hachiman dan Yukinoshita yang memiliki masalah sosial sejak kecil merasakan pengalaman yang baru dengan pertemanan mereka. Sementara, Yui merasa memiliki teman baru yang unik ketika berada di antara mereka. Kata “kodependen” yang dilayangkan Haruno mungkin saja hanyalah refleksi akan keidupan pribadinya. Sementara, dua karakter pintar introver (Hachiman dan Yukino) hanya termakan umpan dan membuat mereka bergelut dengan pikirannya sendiri dengan pertanyaan apakah hubungan mereka memang sebatas kodependensi. Beruntung ada Yui yang membuat cerita tetap berjalan. Keberadaannyalah yang membuat hubungan mereka menyenangkan. Tanpanya, duo introver itu akan begitu saja menyepakati bahwa hubungan mereka hanyalah kepalsuan dan cerita berhenti begitu saja.
Referensi
Fagan-Pryor, E., dan Haber, L. (2009): Codependency: Another Name for Bowen’s Undifferentiated Self, Perspectives in psychiatric care, 28, 24–28. https://doi.org/10.1111/j.1744-6163.1992.tb00389.x
Knudson, T. M., dan Terrell, H. K. (2012): Codependency, Perceived Interparental Conflict, and Substance Abuse in the Family of Origin, The American Journal of Family Therapy, 40(3), 245–257. https://doi.org/10.1080/01926187.2011.610725




Tidak ada komentar:
Posting Komentar