Ongoing

Light Novel


Serial Naruto selalu menyajikan karakter yang menarik. Banyak karakternya yang dibungkus dengan tahapan pengenalan, pengembangan, dan akhir yang apik. Tokoh antagonis lebih banyak yang melalui tahapan lengkap ini karena kebanyakan protagonisnya masih melanjutkan hidup. Salah satu yang membuat saya terkesan dan terharu akan akhir hidupnya adalah Hoshigaki Kisame, salah satu dari dua anggota Akatsuki yang paling pertama diperkenalkan selain Uchiha Itachi.


Sebagaimana duo Akatsuki lain yang memiliki karakteristik mirip dengan partnernya, Hoshigaki Kisame pun memiliki kemiripan dengan Uchiha Itachi. Keduanya memiliki masa lalu yang berlumuran darah hasil dari menghabisi nyawa rekan-rekannya sendiri. Kali pertama bertemu pun, Kisame yang merefleksikan masa lalunya memperingatkan Itachi akan bahaya dirinya, karena bisa Itachi yang menjadi rekan baru menjadi tumbal berikutnya. “Begitu juga denganmu.” jawab Itachi sembari mengaktifkan mata ajaibnya. Namun, mereka berakhir menjadi duo yang saling peduli hingga akhir hayat.


Melindungi kode, melindungi Desa

Kisame, lahir dan dibesarkan di Desa Kirigakure, memiliki loyalitas yang sangat tinggi terhadap desanya. Ia mendapat perintah, “Lindungi kode apa pun yang terjadi.” Ketika menjalankan misi bersama timnya, salah seorang anggotanya terluka di tengah jalan hingga tak mampu lagi berjalan. Dia bisa tertangkap musuh kapan saja, diinterogasi, dan akhirnya membocorkan rahasia negara. Kisame tahu prioritasnya. Ia yang melindungi kode rahasia apa pun yang terjadi, memutuskan menebas rekannya yang terluka, kemudian lanjut berlari dari kejaran musuh. Misi terus berjalan; satu per satu rekannya justru tumbang di tangannya sendiri.



Semakin banyak ia menjalankan misi, semakin banyak rekan yang ia bunuh, hingga akhirnya, ketika sang pemimpin tertangkap, Kisame pun tetap melakukan hal yang sama. Orang yang memberi perintah “Lindungi kode apa pun yang terjadi.” berakhir mati di tangan Kisame sendiri sebagaimana rekan-rekan lainnya, meninggalkan Kisame seorang diri. Kisame tahu bahwa semua ini terjadi karena ia berpegang teguh pada perintah yang diberikannya. Namun, dengan melihat betapa banyak rekan yang harus mati, bahkan pemimpinnya sendiri, ia jadi mempertanyakan, kepada siapakah loyalitasnya sebenarnya?


Kemudian, datanglah Uchiha Obito


Uchiha Obito yang memperkenalkan diri dengan identitas palsu “Uchiha Madara”, datang ke hadapan Kisame dan mengatakan bahwa ia hidup dalam kebohongan. Kisame telah menyadari itu sejak pertama kali ia menebas rekannya sendiri. Dengan filosofi seperti itu, Obito menjanjikan Kisame bahwa ia dapat menciptakan dunia baru tanpa kebohongan; sebuah dunia tanpa penderitaan, rasa sakit, dan pertumpahan darah. Berbekal tawaran itu, Obito mengundang Kisame untuk bergabung dengan Akatsuki dan memulai kehidupan baru sebagai pemburu monster berekor yang tersebar di seluruh dunia – Naruto salah satunya.


Semua monster telah terkumpul, menyisakan Naruto sebagai pemegang monster berekor sembilan dan Killer Bee sebagai pemegang monster berekor delapan. Demi mendapatkan keduanya, juga demi merealisasikan dunia ideal yang ia idam-idamkan, sang pemimpin Akatsuki mendeklarasikan perang kepada semua negara. Sebelum perang meletus, Kisame menjalankan tugas terakhirnya, menjadi mata-mata untuk mencari lokasi Naruto dan Killer Bee yang disembunyikan. Namun, ia harus berhadapan dengan para ninja petinggi desa yang kuat dan justru berakhir tertangkap. Kini ia akan diinterogasi, dan rahasia Akatsuki akan bocor ke tangan musuh.


Orang seperti apa dirimu?

Dalam keadaan sekarat, Kisame merefleksikan kembali kehidupan masa lalunya yang penuh pertumpahan darah, juga mengingat partner kerjanya, Itachi. “Manusia yang membunuh rekannya sendiri takkan mendapatkan kematian yang layak.” kata Itachi ketika mereka pertama kali bertemu. “Kita takkan tahu orang seperti apa kita sampai kita berada di akhir hayat.” lanjut Itachi. Saat berada di ambang kematian seperti itu, Kisame baru bisa memahami makna kata-kata Itachi. “Semua seperti yang kau katakan, Itachi.” kata Kisame. “Bagaimana denganmu Itachi? Apakah kau sudah menemukannya di saat-saat kematianmu? Apa kau sudah menemukan orang seperti apa dirimu?” tanyanya dalam hati kepada rekannya yang sudah meninggal lebih dulu itu. Setelah pertanyaan itu, Kisame mengambil keputusan terakhir. Ia menggigit lidahnya sendiri hingga terputus, kemudian menggunakan jurus pemanggil hiu. Ia membiarkan dirinya menjadi makanan hiu-hiu yang dipanggilnya. Kehidupannya berakhir.


“Pada akhirnya, aku tidaklah begitu buruk.”


Di akhir hidupnya, Kisame telah memilih menjadi orang seperti apa dirinya. Ia adalah pria yang selalu memprioritaskan kepentingan organisasi dibanding apa pun, termasuk dirinya sendiri. Ia telah melindungi keamanan informasi rahasia Akatsuki, meski itu berarti ia harus membunuh dirinya sendiri. Sampai akhir, ia selalu konsisten dengan kata-katanya, dan paham akan konsekuensinya. 


Dengan loyalitasnya untuk melindungi teman-temannya itu, Kisame justru mendapatkan penghormatan dari pihak musuh. “Aku takkan pernah melupakanmu lagi, Hoshigaki Kisame.” kata Might Guy yang menjadi lawan terakhir Kisame. Misi berakhir dengan keberhasilan Kisame menjaga rahasia organisasinya, dan keberhasilannya melacak lokasi Naruto dan Killer Bee. Hiu-hiu pergi membawa gulungan berisi informasi ini, untuk disampaikan kepada pemimpin Akatsuki.


Refleksi



Kisame adalah seorang tokoh antagonis; seorang pria yang memberikan loyalitasnya sepenuhnya kepada organisasi jahat Akatsuki. Kita tidak tahu seberapa banyak orang jahat di luar sana yang memegang prinsipnya hingga akhir hayat, hingga rela mengorbankan dirinya sendiri demi kepentingan bersama. Lantas, prinsip apa yang kita pegang? Apakah kekuatan prinsip kita, loyalitas kita, sudah lebih besar daripada keyakinan orang-orang di luar sana akan prinsip mereka? Sudahkah kita berada pada tingkatkan mengorbankan diri kita untuk kepentingan yang lebih besar? Barangkali, kita belum memegang teguh prinsip kita sekuat Hoshigaki Kisame.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib