Ongoing

Light Novel



Aku teringat dengan film "Big Brother" yang disutradarai Ka-Wai Kam dengan Donnie Yen sebagai tokoh utama. Mengambil latar di Hong Kong, "Big Brother" sepertinya ingin mengangkat masalah-masalah sosial di negara tersebut. Film ini berkisah tentang seorang guru baru SMA Tak Chi bernama Chen Xia (Donnie Yen) yang dihadapkan pada berbagai konflik kehidupan siswa-siswanya yang rumit tetapi beralasan. 

Salah satu siswanya bernama Guan Qixian, seorang pecandu gim. Di usia belianya dulu, perselingkuhan yang dilakukan ibunya membuatnya harus rela terkurung dalam kondisi broken home sehingga ayahnya memutuskan untuk menjadi pemabuk setelah itu. Ia kehilangan harapan dan rumah, lalu mencari pelarian pada gim. 

Qixian berkomentar pada hidupnya, "Sejak hari itu, aku kehilangan rumah. Tapi aku menemukan tempat yang lebih indah. Di tempat ini, jika gagal kau bisa mulai dari awal lagi. Tidak sekejam dunia nyata. Bahkan di tempat ini aku bisa jadi nomor 1 di dunia."  

Qixian tentu bukan satu-satunya anak yang harus merasakan getirnya kehidupan dan akhirnya berakhir sebagai pecandu gim. Kurangnya perhatian dan buruknya kondisi masyarakat terkadang tidak mampu menyediakan tempat seindah sebuah permainan gim. Dunia yang penuh intrik dan kecurangan ini, rasanya terlalu serakah untuk memberikan ruang bagi hadirnya keadilan. Gim menawarkan dunia berbeda, penuh dengan keyakinan akan sebuah kemenangan seberat apapun tantangannya. Dia adalah dunia dengan aturan yang pasti dan terprogram untuk ditaati oleh siapapun. Seseorang bisa hidup dan menjadi pemenang selagi dia berusaha.




Namun apakah selamanya dunia gim sepolos dan sebaik ucapan Qixian? Menikmati petualangan Sora dan Shiro (Kuuhaku) pada anime "No Game No Life" mungkin bisa membuatmu memiliki pandangan yang berbeda. Mereka mungkin mengutuk dunia hampir sama dengan Qixian, lalu memilih terjebak dalam dunia baru, "Dunia Papan Permainan: Disboard". Namun, petualangan mereka di dunia baru itu membuatku berpikir kembali tentang dunia ini. 

Keinginan Sora memimpin rakyat Imanity membuatnya harus menantang Kurami di detik-detik menjelang pelantikan perempuan itu sebagai raja. Tahta diperebutkan dengan sebuah gim. Sebelumnya, Kurami yang dibantu oleh ras elf (penyihir) telah berhasil mengalahkan semua orang dalam gim sejenis poker hingga tidak ada lagi yang berani menantangnya. Dengan kelihaiannya, Sora berhasil memaksa Kurami memilih jenis gim lain saat menantangnya berduel. Sekalipun dengan bentuk permainan berbeda yang seolah-olah tidak memiliki celah untuk berbuat curang, Kurami tetap dibantu oleh rekannya.   

Permainan pion catur berbentuk prajurit sungguhan membuat permainan itu bukan catur biasa. Kekuatan untuk membunuh dan rasa takut saat bertahan hadir dalam diri setiap prajurit. Tidak selamanya seorang ratu bisa membunuh prajurit lawan. Sihir yang bermain pada pion Kurami membuat prajuritnya lebih kuat dan lebih berani. Shiro dan Sora harus mati-matian bertarung dengan trik-trik unik untuk membangkitkan semangat prajuritnya dan akhirnya memenangkan permainan. Sora merebut tahta dan sah sebagai raja.

No Game No Life Chess Battle | Anime Amino

Tidak seperti yang Qinxian katakan, "dunia permainan" yang dihadapi oleh Kuuhaku bukanlah dunia yang begitu polos. Manusia selalu saja mencari celah untuk dapat menabrak aturan. Mereka memang sering memilih jalan tercepat dan termudah untuk menang sekalipun jika itu berarti curang. Orang-orang seperti itu sebenarnya tidak sedang bermain untuk memenangkan gim, tetapi bermain untuk kepentingan pribadi di balik kemenangan.

Poin yang ingin aku sampaikan adalah bahkan dalam permainan pun kamu tidak bisa menuntut sebuah dunia dengan keadilan sepenuhnya. Selalu ada cara untuk bertanding dengan cheat yang superior. Maka dunia nyata kita hari ini bukanlah dunia berbeda sekalipun dengan keburukan yang amat banyak. Tuhan menciptakannya dengan aturan, tokoh, latar, suasana, konflik, dan berbagai hal pendukung permainan. Namun sayangnya banyak orang memilih jalan mudah dengan melanggar aturan dan menggunakan cheat yang membuat mereka bisa berkuasa di dunia ini. Mereka mengemis tahta, menumpuk harta, dan bermain dengan wanita. Lupa caranya memenangkan permainan dunia ini dan jatuh tertipu dengan kesenangan sementara. 

Mengajari anak membaca Alquran, ini cara yang bisa Parents lakukan |  theAsianparent Indonesia

Aku teringat dengan satu ayat Al-Qur'an yang sangat menarik. Arti ayat ini kurang lebih sebagai berikut, "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga-bangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain adalah kesenangan yang palsu (Q.S. Al Hadid : 20)."  

Ayat di atas menjelaskan gambaran umum permainan yang sedang kita hadapi dan memberitahu dua kemungkinan hasil akhir dari gim. Nyatanya, kita punya kesempatan untuk menang. Terakhir, kedua karakter itu, Sora dan Shiro, mengajarkan kita untuk tetap optimis akan kemenangan tidak peduli dengan besarnya tantangan dan liciknya kecurangan. Dengan segala keterbatasan sebagai manusia, mereka tetap bisa menang dan merebut takdir sebagai penguasa dunia. Demikian juga kita hari ini, dunia yang saat ini dipenuhi oleh kecurangan dan kekacauan tidak lantas membuat kita putus asa. Permainan harus terus berlanjut. Kita tahu caranya menang dan tidak tertipu. Ada hidup setelah kematian kita nanti. Kita bisa memilih menjadi pemenang atau justru pecundang. Jadilah optimis, pandang dunia, dan selesaikan permainannya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib