Serial
Naruto tidak akan bisa lepas dari jutsu atau jurus ninja yang digunakan.
Berbagai macam jurus ninja digunakan pada serial anime ini dan mampu menambah
daya tarik dari jalan ceritanya sendiri. Namun, sadar ataupun tidak jurus yang
digunakan kebanyakan merupakan teknik yang diturunkan dalam sebuah
klan/keluarga ataupun jurus yang diturunkan dari guru kepada muridnya. Sebagai
contoh, jutsu yang dimiliki oleh Nara Shikamaru, Kagemane no Jutsu
atau jurus pengikat bayang merupakan jurus yang turun temurun diajarkan
di keluarga Nara. Bahkan, sampai serial anime Boruto pun, Nara Shikadai
menggunakan jurus ini sebagai jurus andalannya.
Bicara klan
kurang lengkap rasanya jika belum membahas klan Hyuga dan Uciha. Selain
penurunan teknik, kedua klan ini juga memiliki ciri khas pada tubuh mereka yang
diturunkan. Hyuga terkenal dengan byakugannya dan Uciha terkenal dengan
sharingannya. Adanya kemampuan spesial ini juga turut menurunkan jurus-jurus
khusus yang hanya bisa dilakukan saat seseorang memiliki bagian tubuh seperti
yang telah disebutkan.
Jurus di Naruto tidak hanya diturunkan berkat adanya garis keluarga. Tidak jarang jurus yang ada juga diturunkan dari guru yang menjadi panutan seseorang. Contoh yang paling mudah didapatkan adalah Rasengan yang awalnya ditemukan oleh Hokage Keempat, lalu dipelajari oleh Jiraiya, dan akhirnya diturunkan kepada Naruto, Konohamaru, hingga Boruto. Selain itu, Rock Lee Bersama guru Guy juga menjadi contoh yang baik untuk kasus ini. Bahkan, bukan hanya masalah teknik yang dipelajari oleh Rock Lee, sampai gaya berpakaian dibuat mirip dengan guru panutannya.
Di dunia
nyata, ilmu yang bermanfaat memang akan sangat penting untuk diturunkan.
Keberadaan ilmu pengetahuan di setiap generasi bisa jadi dikembangkan lebih
jauh di generasi berikutnya. Bahkan dalam perkembangan model sebuah atom sendiri, terjadi berbagai perkembangan karena adanya ilmu yang diturunkan. Pada tahun 1897 Joseph John Thomson berhasil menemukan elektron melalui serangkaian percobaan dan menemukan model atom "roti kismis". Kemudian, melalui serangkaian percobaan di tahun 1908-1913, Ernest Rutherford berhasil mematahkan model atom yang dikemukakan gurunya dan memperkenalkan keberadaan proton dalam sebuah atom. Dengan ditemukannya proton, maka ditemukanlah model atom dengan inti positif di tengahnya, dan elektron yang mengelilinginya dengan kecepatan tinggi. Sementara, untuk penemuan neutron, James Chadwick merupakan bimbingan dari Ernest Rutherford sendiri.
Hal ini juga terjadi pada jutsu rasengan yang terus berkembang sejak pertama kali ditemukan oleh Hokage ke-4. Hingga dikuasai oleh Naruto, jutsu ini mengalami perkembangan yang pesat. Yang bahkan, saat Naruto bisa menguasai semua elemen Bijuu, Naruto bisa menggunakan rasengan dengan berbagai elemen.
Selain diturunkan melalui pengajaran langsung, ilmu juga bisa diturunkan melalui tulisan yang dapat dipahami oleh generasi selanjutnya. Contoh yang bisa dilihat adalah saat Naruto pertama kali menguasai Kagebunshin no Jutsu. Dengan jutsu ini, Naruto mampu menggandakan dirinya menjadi sangat banyak. Alih-alih menguasai jutsu ini melalui pengajaran di akademi ninja, dirinya justru mampu menguasainya melalui gulungan ninja yang diambilnya dari penyimpanan di kantor hokage. Hal ini juga berlaku di dunia nyata. Ilmu-ilmu tua yang hanya memiliki tulisan, dan tidak ada yang menurunkannya dapat diketahui kembali melalui tulisan-tulisan yang dihasilkan. Sebagai harta karun dunia, penurunan ilmu menjadi hal yang bisa dikatakan wajib untuk dilakukan untuk kebaikan bersama dan kemajuan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar