Sejarah tidak akan pernah kehabisan cerita tentang mereka yang memilih menantang dunia ketika orang lain menunduk rendah tanpa arah. Mereka bak setitik cahaya yang menyapa di tengah kegelapan tanpa harapan. Dan merekalah orang-orang yang tampil berbeda, terlihat mencolok di antara sekian banyak orang pada umumnya. Bedanya, mereka berjuang untuk segala hal yang diyakininya akan membawa dunia menjadi lebih baik. Inilah mereka, director of change.
Nelson Mandela tidak akan dikenang sebagai orang hebat tanpa perjuangannya melawan tindakan rasisme pada orang kulit hitam. Kebijakan apartheid pemerintah Afrika Selatan saat itu memaksa jiwa kemanusiaannya bergejolak hebat. Sikap kerasnya pada pemerintah membawanya harus mendekam di dalam penjara tidak kurang dari 25 tahun sambil berjuang melawan tuberculosis yang ia derita. Namun, tekadnya terus menyala, terpancar dari kedua sudut matanya. Rakyat Afrika Selatan mulai menaruh asa akan masa depan yang lebih baik padanya. Warga dunia ikut membela, menuntut pembebasan dirinya sebagai tahanan. Dan di akhir kisah, dialah sang juara, menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan dan menempatkan hak-hak warga negara kembali berpihak pada pribumi.
Pun demikian dengan Soekarno, orasinya tak akan bernyawa tanpa mimpinya memerdekakan Indonesia. Ia adalah sedikit dari rakyat pribumi yang bisa merasakan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi. Namun, ia mengerti bahwa hidup tidak untuk dinikmati sendiri. Dengan segala kecakapannya, ia mulai bergerak menjadi bagian penting perlawanan rakyat Indonesia pada kolonialisme tak berujung. Indonesia harus merdeka, lepas dari penjajahan dan berhak berdikari. Tak mudah memang, nyatanya penjara adalah rumah kedua baginya. Tetapi inilah proklamator Indonesia. Soekarno disegani dunia dengan Gerakan Non-Blok yang digagasnya. Indonesia bersuara, menuntut penjajahan benar-benar dihapuskan dari dunia ini seutuhnya.
Membaca komik Slam Dunk karangan Takehiko Inoue mungkin akan membuatmu semakin percaya bahwa dunia ini akan terasa begitu menarik dengan kehadiran orang-orang seperti mereka.
Nyatanya manusia memang lekat dengan tantangan
Sekalipun kebanyakan mereka tak sadar dan memilih jalan termudah hingga akhirnya mati tanpa bekas. Kenyataan bahwa koloni manusia dapat bertahan hidup dan menjajah bumi hingga hari ini adalah bukti bahwa mereka terpacu oleh masalah. Maka hidup ini terasa membosankan tanpa pasang-surut, gonjang-ganjing, pun juga jatuh bangun.
Komik yang hingga hari ini telah terjual lebih dari 150 juta kopi di seluruh dunia menghadirkan Hanamichi Sakuragi sebagai tokoh utama. Dia dikisahkan sebagai seorang berandalan di SMA Shohoku yang memutuskan untuk bergabung dalam klub basket sekolah. Motifnya didasari rasa sukanya pada Haruko Akagi, seorang penggemar basket dan merupakan adik dari Takenori Akagi, kapten klub basket tersebut. Haruko memintanya bergabung dan dia tentu tidak punya kesempatan untuk menolak.
Namun, Sakuragi bukan orang yang memilih menjadi pelengkap. Ia mengejar ketertinggalannya dari pemain basket lainnya. Sesekali sikap percaya diri dan sombongnya menghadirkan scene pertarungan one on one dengan Rukawa, ace terbaik yang dimiliki SMA Shohoku. Jelas saja, dia kalah telak. Namun, Rukawa menyadari bahwa dia mengeluarkan semua kemampuannya saat menantang Sakuragi yang masih dianggap awam sebagai seorang pemain basket.
Sakuragi terus berjuang menembus skuad utama dalam kejuaran tingkat Nasional di Jepang. Ia mengasah kemampuan dasar hingga melatih tembakannya ribuan kali dan akhirnya ia menjadi bagian penting dalam tim.
Komik ini diakhiri
dengan pertandingan antara Shohoku melawan Sannoh Kougyou, juara bertahan kejuaran tingkat Nasional untuk waktu yang sudah sangat lama. Ketidakmampuan Sakuragi dalam menilai kehebatan pemain basket membuatnya sama sekali tidak takut saat melihat rekaman permainan Sannoh sebelum bertanding. Berbeda dengan teman setimnya yang digambarkan hampir kehilangan harapan, dia justru optimis juara bertahan sekalipun akan dikalahkan oleh timnya.
Pertarungan sengit pun terjadi di antara kedua SMA. Sannoh terus menekan mental Shohoku dengan selisih belasan poin. Namun, Shohoku secara mengejutkan selalu berhasil mengejar ketertinggalan poin dan memberi perlawanan yang begitu merepotkan. Tetapi bukan berarti Shohoku benar-benar bisa tetap teguh dengan keyakinan mereka. Berbagai scene menegangkan dalam komik dilukiskan dengan sangat baik oleh orator menunjukkan kegelisahan yang tidak bisa ditutupi oleh Akagi dkk.
Namun di sinilah peran seorang tokoh utama, director of change dalam sebuah cerita. Entahlah, Sakuragi rasa-rasanya mirip seperti Uzumaki Naruto dalam anime Naruto atau Deku dalam anime Boku no Hero. Tekad mereka memaksa dunia harus berubah. Sakuragi tampil dengan penuh kepercayaan diri, tidak takut, dan selalu mencari kesempatan untuk membuat poin. Dalam kondisi tulang punggung yang bermasalah sekalipun, dia tetap yakin hari itu adalah harinya. Di 10 detik terakhir kuarter ke-4, saat Sannoh memimpin dengan selisih 1 poin setelah adu kejar-kejaran beberapa menit sebelumnya, Sakuragi memaksa Sannoh harus menyerah. Tembakan jarak dekatnya mengakhiri pertandingan dengan kemengangan bagi Shohoku. Siapa sangka, sekolah pinggiran ini mampu mengukir sejarah.
Belajar dari komik ini, kita pun bisa seperti mereka. Belajar mengambil semangat pada asa yang ada dalam diri. Menanam keyakinan kuat seberapa pun beratnya tugas di depan mata kita. Setelah itu, kita hanya perlu memulainya, bergerak membawa arah baru bagi dunia yang lebih baik.
Pertarungan sengit pun terjadi di antara kedua SMA. Sannoh terus menekan mental Shohoku dengan selisih belasan poin. Namun, Shohoku secara mengejutkan selalu berhasil mengejar ketertinggalan poin dan memberi perlawanan yang begitu merepotkan. Tetapi bukan berarti Shohoku benar-benar bisa tetap teguh dengan keyakinan mereka. Berbagai scene menegangkan dalam komik dilukiskan dengan sangat baik oleh orator menunjukkan kegelisahan yang tidak bisa ditutupi oleh Akagi dkk.
Namun di sinilah peran seorang tokoh utama, director of change dalam sebuah cerita. Entahlah, Sakuragi rasa-rasanya mirip seperti Uzumaki Naruto dalam anime Naruto atau Deku dalam anime Boku no Hero. Tekad mereka memaksa dunia harus berubah. Sakuragi tampil dengan penuh kepercayaan diri, tidak takut, dan selalu mencari kesempatan untuk membuat poin. Dalam kondisi tulang punggung yang bermasalah sekalipun, dia tetap yakin hari itu adalah harinya. Di 10 detik terakhir kuarter ke-4, saat Sannoh memimpin dengan selisih 1 poin setelah adu kejar-kejaran beberapa menit sebelumnya, Sakuragi memaksa Sannoh harus menyerah. Tembakan jarak dekatnya mengakhiri pertandingan dengan kemengangan bagi Shohoku. Siapa sangka, sekolah pinggiran ini mampu mengukir sejarah.
Belajar dari komik ini, kita pun bisa seperti mereka. Belajar mengambil semangat pada asa yang ada dalam diri. Menanam keyakinan kuat seberapa pun beratnya tugas di depan mata kita. Setelah itu, kita hanya perlu memulainya, bergerak membawa arah baru bagi dunia yang lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar