Ongoing

Light Novel



Kutengok dua barisan bukit yang abu-abu karena sore. Di antara efek sepia senja, seketika muncul cahaya hijau yang memancar tak alami. Ruangan sunyi ini dibanjiri olehnya. Sebelum aku sempat menyadari sesuatu, segalanya telah gelap. Aku membatu.

Kira-kira begitulah gambarannya bila bencana besar yang terjadi dalam serial manga dan anime Dr. Stone benar-benar terjadi. Cahaya hijau yang memancar dari sebuah sumber menyapu bersih seluruh manusia di dunia, mengubahnya menjadi patung batu. Tanpa manusia, alam kembali mengambil alih. Selama ribuan tahun, bangunan-bangunan beton yang berdiri tinggi akan terkikis. Logam akan terkorosi, kemudian kembali ke dalam tanah. Kayu akan remuk oleh air dan udara atau sekadar menjadi makanan rayap. Setelah itu, gempa, gunung berapi, dan tsunami menyapu bersih semuanya. Bumi kembali ke titik nolnya. Di permukaan bumi, tak ada lagi hukum pidana maupun perdata karena hanya hukum rimba yang berlaku.


Ohayo sekai, good morning world!




Pembukaan yang menghentak! Tiga ribu tujuh ratus tahun telah berlalu. Di tengah tenangnya aktivitas alam yang stagnan, di pulau yang dulunya menjadi bagian dari Negara Jepang, seorang pemuda terlepas dari pembatuan. Ia bernama Senku. Kisahnya, ia terdampar ke dalam gua kelelawar. Urin kelelawar yang mengandung asam nitrat membuat batu yang melapisi tubunya terkorosi, hari demi hari. Saat itulah kata peradaban pertama kali terdengar setelah sekian lama. “Aku akan membangun peradaban kembali dari nol.” Begitulah cita-cita nan agung itu terlontar.

Peradaban, satu kata yang tak asing bagi kita kaum Homo sapiens, kaum yang menamai dirinya “bijak” (Homo sapiens berarti "manusia bijak"). Dengan kebijakan sekaligus arogansi ini, kita, manusia memisahkan diri dari kerajaan animalia dan berkembang menjadi entitas yang beradab. Di saat ratusan juta tahun kehidupan dinosaurus tak memberikan perubahan yang berarti, dalam waktu yang relatif singkat, manusia telah membangun jaringan sosial yang disebut peradaban. Sebut saja Mesopotamia, Kaum Ad, atau Mesir. Lantas, apakah jaringan sosial cukup untuk membangun peradaban?

Makhluk hidup, bahkan yang bersel satu telah hidup berkoloni. Namun, mereka hanya hidup bersama tanpa ada pembagian peran sehingga belum layak disebut jaringan sosial. Makhluk hidup yang lebih tinggi seperti semut, lebah, tikus, dan srigala merupakan contoh spesies yang telah mengembangkan jaringan sosial. Akan tetapi, mereka hidup dalam kelompok sosial sebagai cara hidup seperti yang tertulis dalam gen mereka. Mereka hanya berperan sesuai sunnatullah atau hukum alam, tak jauh berbeda dengan beruang yang ditakdirkan penyendiri bak petapa atau ubur-ubur yang ditakdirkan melayang bersama arus. Tak berbeda juga dengan elektron yang hidup bersama proton dan neutron dalam satu tatanan yang disebut atom. Berbeda dengan itu semua, jaringan yang dibentuk oleh manusia dapat berkembang dengan caranya sendiri, melompati genomnya. Inilah peradaban.

"Sebenarnya ada beberapa hewan yang menggunakan alat. Misalnya gagak, berang-berang, dan orang utan. Tapi hanya satu spesies yang menggunakan ilmu pengetahuan." kata Senku selagi berusaha menciptakan api. Peradaban erat kaitannya dengan teknologi. Tak heran peradaban yang dicap maju merupakan mereka yang telah mengembangkan teknologinya. Dalam misi pembangunan peradabannya, Senku menggunakan pengetahuannya yang luas untuk menciptakan berbagai teknologi. Dimulai dari alat batu untuk berburu, api, pakaian kulit, rumah, gerabah, hingga teknologi babak selanjutnya yang memerlukan formulasi matematika, fisika, kimia, biologi, dan astronomi. Formula-formula ini dikumpulkan umat manusia dari waktu ke waktu melalui hikmah yang diperoleh dari alam, kemudian dihimpun menjadi satu kesatuan "ilmu pengetahuan". Maka, hikmah adalah entitas mendasar yang menggerakkan peradaban.

Ishigami Mura (Character) | aniSearch

Senku menemukan sebuah desa primitif yang lebih dulu berdiri sebelum dirinya bangkit. Sebuah desa yang tak mengenal peradaban modern yang telah lenyap. Di sana, ia mengenalkan sains yang lebih akrab disebut "sihir" oleh mereka. Sains yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di desa pada akhirnya menggerakkan hati warganya meski sempat dihadang oleh adat dan aturan. Desa primitif itu kemudian berevolusi menjadi Kerajaan Sains. Senku yang kemudian menjadi pemimpin desa mengubah aktivitas warga yang stagnan menjadi aktivitas-aktivitas pengembangan teknologi. Dia telah melompati alur peradaban jutaan tahun manusia menjadi beberapa bulan saja. Semua itu karena dirinya memegang ilmu pengetahuan. Dialah pemberadab, orang yang mau dan mampu untuk membuat lingkungannya melompat dari keadaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib